Dr. Aisah Dahlan, CHt

Dokter Aisah Dahlan yang terjun dalam bidang narkoba jauh sebelum BNN berdiri ini, juga telah merehabilitasi ribuan orang. Termasuk para Slankers atau penggemar grup musik Slank di tahun 2003 hingga 2008. Kala itu, belum ada panti rehabilitasi yang biayanya terjangkau untuk semua kalangan. Bunda Iffet dan dokter Aisah punya cara sendiri untuk memberikan layanan cuma-cuma di markas Slank. Syaratnya, kemauan untuk sembuh harus datang dari diri sendiri. Obat bukanlah yang utama dalam usaha pemulihan pecandu narkoba. Dokter Aisah pun mendapat julukan sebagai Dokter Peace.

Kini, dokter Aisah menjadi ketua Asosiasi Rehabilitasi Sosial Narkoba Indonesia yang mengkoordinir 118 Institusi Penerima Wajib Lapor atau IPWL, seperti Yayasan Sahabat Rekan Sebaya, yang ia dirikan di tahun 1998.

Tempat /Tgl lahir: Jakarta, 17 Desember 1968

Riwayat Pendidikan

  • TK Cempaka, Jakarta
  • SD Negri DUREN TIGA Jakarta
  • SMP Islam Al-Azhar, Sisingamangaraja Jakarta
  • SMA Islam AL-AZHAR, Sisingamangaraja Jakarta
  • Sarjana Kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar
  • Program Profesi Dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada,Yogyakarta
  • Drugs Abuse Concellor Training, di Rumah Pengasih, Kuala Lumpur, Malaysia

Riwayat Pekerjaan

  • 1998-2002, Kepala Unit Narkoba RS. Harum Jakarta
  • 1998-sekarang, Pembina Program After Care Sahabat Rekan Sebaya
  • 1998-sekarang, Family Concelour di beberapa LSM Penanggulangan Narkoba
  • 1999-2001, Puskesmas Kecamatan Cilandak
  • 2000-sekarang, Trainer Program MBS
  • 2003-sekarang, Pembina Padepokan Recovery Slankers (SLANK)
  • 2003-sekarang, Kepala Unit Narkoba RS. Bhayangkara Sempimma Polri Jakarta.
  • 2008-sekarang, Staff Ahli Kalakhar BNN, Bidang Terapi & Rehabilitasi.
  • 2011-sekarang, Kordinator Terapis Holistik Klinik Sunter Medical Center.
  • 1995 – sekarang, Pembina Sosial Entrepreneur After Care Yayasan Sahabat Rekan Sebaya.
  • 2015 – sekarang, Ketua AIRI (Assosiasi Rehabilitasi Sosial Narkoba Indonesia)

 

Penghargaan

  • Tahun 2014: Mendapat penghargaan  “Indihome Inspiring Woman Award” dari Telkom Indonesia sebagai Woman Health Activist
  • Tahun 2013: Mendapat penghargaan dari SHE CAN AWARD – TUPPERWARE sebagai salah satu WANITA INSPIRATIF di Indonesia .
  • Tahun 2011:  “Sang Teladan” Penghargaan kesehatan dari Tempo Media & Decolgen
  • Tahun 2009: Penghargaan : “ Prestasi Insan Anti Narkotika (PITA)”, dari Gerakan Rakyat Anti Madat (GERAM).
  • Tahun 2009 : “ Penghargaan dari Presiden Republik Indonesia, dengan nama ”WARGA UTAMA” dalam bidang  Terapi & Rehabilitasi Narkoba. “
  • Tahun 2008: “ Penghargaan dari organisasi BERSAMA, sebagai pembina Rehabilitasi Komunitas Slankers “
  • Tahun 2008: “ Penghargaan tingkat madya dari BNP Prov.Jakarta dalam bidang Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba. “
  • Tahun 2007: “ Penghargaan sebagai orang yang bekerja dengan nurani menurut “ 8 Habbits, Steven Covey dari Dunamis Organization Services.”
Leave a Comment
Speaker Details