Handy Bonny

Handy Bonny atau yang akrab dipanggil ‘Mas Bonny’ adalah seorang pemuda asal kota Bandung yang aktif berdakwah “On The Road” (Berdakwah di jalanan). Penampilannya saat berdakwah tidak seperti pendakwah pada umumnya, ia sering terlihat mengenakan pakaian anak muda pada umumnya, seperti topi, kupluk, kemeja kotak-kotak, dan lain-lain. Gaya bicaranya yang kekinian dan bernuansa anak muda membuat Ustadz berkacamata ini banyak penggemarnya. 

Pria yang lahir, tumbuh dan besar di Bandung, pada 14 April 1988 ini semenjak remaja sudah menggeluti dunia EO (Event Organizer), Bahkan hingga kuliahpun ia menyibukan diri dengan bisnis tersebut untuk memenuhi Biaya Kuliah. Saat aktif sebagai konseptor Event Organizer acara musik, selama 5 tahun, ia pernah mencapai tender milyaran rupiah.

Bukan itu saja, Pemuda yang dulu berkuliah di jurusan Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad angkatan 2006 inipun pernah menjadi pegawai part time di sebuah Resto Cepat saji sebut saja dengan inisial “McD” dan juga disebuah Cafe di Ciwalk yaitu SOHO music cafe, dilanjutkan di Cafe Halaman. Pekerjaannya yang terakhir sebelum lulus kuliah adalah bekerja selama 3 bulan di Fame Station.

Pemilik akun Twitter @handybonny ini sempat pula menjadi News Presenter di salah satu TV Lokal, tidak dilanjutkan karena Jas yang dikenakannya selalu “kegedean” tidak sesuai dengan ukuran badannya. Namun, menurut Handy, dari semua pekerjaan yang pernah ia geluti, dirinya lebih tertarik dengan Jualan seperti jualan Ide (konsep), jual barang bekas, sampai jual barang punya orang (teman), intinya jualan itu menyenangkan karena mendatangkan uang, melunasi hutang, namun terasa belakangan ini menghancurkan pertemanan terutama yang barangnya ia jual.

Mengenal Paham Komunisme dan Atheisme

Seiring berjalannya waktu, kedewasaan dalam berfikir dan bertindak pada saat kuliah menjadikan Bonny menjadi pribadi lain. Ia mulai mengenal Paham Komunisme dan Atheisme. Menurutnya, memegang erat teguh paham-paham tersebut menjadikannya seseorang yang misterius, penuh rahasia dan keren.

Pemilik profil Facebook [email protected] ini merasa orang-orang yang di Masjid itu gak asik dan  gak keren. Ketika disebut anak Masjid itu terasa memalukan, mulailah nama panggilan sewaktu SMP yang sempat terpikir untuk dipakai kembali menutupi nama asli yang sedikit menurutnya tidak keren. Jadilah Nama “Handy Bonny” untuk dipopulerkan dikalangan dan juga dilaunching dengan sederhana dengan ditemani “Orang Tua”. Bonny terinspirasi dari sebuah Loose Leaf dengan gambar kucing bernama “Bon-bon Cat”, sangat Hits pada jamannya menjadi “kojo” (Gacok) untuk bahan saling tukar menukar sesama teman.

Taubat

Bonny yang saat itu masih bergelut di bisnis EO, semakin mendalami Paham Atheisme dan Komunisme dan menjadikannya sebagai pegangan hidup.

Akhirnya teguran dan peringatan datang silih berganti dan menjadikannya terbebani masalah yang sangat berat. Bisnis yang baru digeluti satu tahun itu menimbulkan banyak masalah mulai dari terlilit utang, sahabat yang pergi satu persatu meninggalkannya karena takut terkena batunya, penjara yang siap memfonisnya, hingga penagih utang yang berdatangan silih berganti.

Hidayahpun datang, sedikit demi sedikit diri Bonny mulai memahami hikmah dibalik semua kejadian itu, ia mulai ingin mengenal kembali Tuhan yang sempat dilupakannya, ingin kembali bersujud di setiap shalatnya, semua rasa ingin itu disambut baik dan dibimbing baik oleh kedua orang tua, sahabat setia, dan juga Calon Isteri tercintanya.

Ikut pengajian di Daarut Tauhiid

Perjalanan religius Handy Bonny diawali di sebuah pondok pesantren Daarut Tauhiid (DT) pimpinan KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym). Berkat seorang wanita yang ia dekati yang juga temannya sewaktu di SMP ( SMP 3 Dewi Sartika,Bdg), Handy Bonny Sering berada di pengajian Aa Gym.

Awalnya, keberadaannya di Pontern DT tersebut hanya ingin mendekati teman wanitanya tersebut. Beberapa kesempatan pertemuan  ia raih setelah selesai pengajian. Saat  Aa Gym menjelaskan tentang Tauhid, ia hanya menunggu Aa gym selesai ceramah di tangga luar Masjid, hanya sedikit yang diingat apa yang disampaikan beliau.

Rajin pengajian Di Daarut Tauhid (Daerah Gegerkalong) tiap Kamis Malam membuat pemilik akun media sosial Instagram @handy.bonny ini ketagihan, yang awalnya dari tangga mulai masuk di teras, shalat bareng, hingga akhirnya maju ke depan mendekati imam.

“…mulanya dateng setelah Shalat Isya (Waktu Jamaah Pada Shalat, aku makan, dah Selsei shalat baru aku ke Masjid, ujarnya) sekarang mulai pengen shalat bareng, udah shalat bareng mulai “rada” maju dikit-dikit ke deket imam. Sampai akhirnya meneteslah airmata ini perlahan, dan yang memalukan, diri ini sadar betapa besar dosa hamba.Kemudian hening……”

Seiring berjalan waktu, sedikit demi sedikit masalah terselesaikan, Handy Bonny mulai disibukkan dengan aktifitas pencarian ilmu agama demi mengobati dan mengisi kehampaan hati.

“Gangguan Kejiwaan pernah menghantui saat dirinya drop dengan masalah-masalah, namun berkat lingkungan yang mulai membaik, pola hidup yang baik dan asupan-asupan positif bisa terobati dikemudian. Alhamdulillah…”

Mulai berdakwah

Pada tahun 2012, Bonny bertemu yang benar benar membuat kembali, yaitu Standar kebenaran Islam. Hal tersebut memantapkan hatinya, membulatkan niatnya untuk memutuskan mulai hijrah.

Pada tahun 2012 ia mulai bergabung di Mualaf Center di Kota Bandung. Namun bukan tanpa tantangan, Ustadz Handy Bonny pun bercerita tentang pengalaman mualaf yang diusir dari keluarga, bahkan pernah disiksa di rumahnya dulu.

Dari sanalah ustadz Bonny mulai aktif dengan dakwah. Saat ini beliau aktif di kebun amal. Dan Istrinya, Rini Kartini merupakan founder Muslimah Baper yang artinya Muslimah Bawa Perubahan.

Sumber Biografi Tokoh Ternama 

Photos
Leave a Comment
Speaker Details